Ah sayangku...
Kapankah kupernah mengeluh..
Bahwasannya besar cintaku ini..
Adalah kepadamu saja cintaku..
Karena sejatinya kaulah harapan..
Dan tiada makna selain dirimu...
Kutiada pernah terasa sepi..
Karena engkau slalu ada di hati...
Jiwamu tlah menyatu bagaikan roh..
Di dalam sanubari jiwaku..
Yang merah merona mengagungkanmu..
Indahnya bola matamu itu..
Laksana bulan purnama di malamku..
Ku takpernah sepi karena cahayamu..
Sekalipun kusendiri dalam ruang gelap..
Kau adalah cahaya bintangku...
Kau slalu ada di palung langitku...
Berkelipan dan bertabur berjuta..
Tuk terangi aku yang slalu bersedih..
Karena harapan yang tak kun jung turun..
Tapi kau adalah harapanku...
Cintaku yang slalu ada di hatiku...
Selamanya impianku, hanya ada di atasmu..
Pabila tiba saatnya kau datang...
Tunggulah aku di sana..
Di sana aku kan menjemputmu..
Aku sayang kamu...
Rabu, 11 Maret 2009
Walau Apapun Terjadi, Aku Sayang Kamu
Sayangku...
Semua yang telah kita lalui..
Semua yang telah kita lewati...
Telah tercapai sudah...
Tuk bermimpi dalam segala suasana...
Kau telah temani masa-masaku..
Di mana suram dan kelam mengikutiku..
Kau terangi aku dalam kasih sayangmu..
Kita berdua bersama..
Kita memadu kasih selamanya...
Dan apa yang menghadang, hanyalah puing belaka..
Engkaulah jiwaku..
Engkaulah palung hatiku...
Takkan ada yang bisa...
Menggantikan engkau dalam cinta ini...
Kaulah sang kekasih..
Yang sanggup bertahan dalam dukaku..
Yang mampu memberikan kebaikan dalam hatimu..
Kau tulus adanya..
Aku cinta tiada imbalan kuinginkan...
Hanya cinta dan cintalah kan kuberikan..
Aku sayang kamu..
Aku cinta kamu..
Bidadariku yang aku sayangi..
Yang slalu memberikan semangat dalam dunia..
Yang jadikan neraka hidup bagaikan surga...
Melangkahi semua dengan canda dan tawa...
Hanya bersamamu kutemukan bahagiaku..
Jika langit runtuh...
Walau badai menerpa..
Tapi cinta ini takkan pernah goyah padamu..
Ketulusan ini slalu ada hanya bagimu..
Engkau kusayang dan aku puja..
Walau apapun yang terjadi..
Aku sayang kamu, dan hanya engkau sajalah...
Yang satu, tercipta hanya untukku seorang..
Takkan pernah kumau, bila kukehilangan dirimu..
Pun bila terjadi, tangisku takkan terpadamkan..
Aku sayang kamu...selamanya...
Semua yang telah kita lalui..
Semua yang telah kita lewati...
Telah tercapai sudah...
Tuk bermimpi dalam segala suasana...
Kau telah temani masa-masaku..
Di mana suram dan kelam mengikutiku..
Kau terangi aku dalam kasih sayangmu..
Kita berdua bersama..
Kita memadu kasih selamanya...
Dan apa yang menghadang, hanyalah puing belaka..
Engkaulah jiwaku..
Engkaulah palung hatiku...
Takkan ada yang bisa...
Menggantikan engkau dalam cinta ini...
Kaulah sang kekasih..
Yang sanggup bertahan dalam dukaku..
Yang mampu memberikan kebaikan dalam hatimu..
Kau tulus adanya..
Aku cinta tiada imbalan kuinginkan...
Hanya cinta dan cintalah kan kuberikan..
Aku sayang kamu..
Aku cinta kamu..
Bidadariku yang aku sayangi..
Yang slalu memberikan semangat dalam dunia..
Yang jadikan neraka hidup bagaikan surga...
Melangkahi semua dengan canda dan tawa...
Hanya bersamamu kutemukan bahagiaku..
Jika langit runtuh...
Walau badai menerpa..
Tapi cinta ini takkan pernah goyah padamu..
Ketulusan ini slalu ada hanya bagimu..
Engkau kusayang dan aku puja..
Walau apapun yang terjadi..
Aku sayang kamu, dan hanya engkau sajalah...
Yang satu, tercipta hanya untukku seorang..
Takkan pernah kumau, bila kukehilangan dirimu..
Pun bila terjadi, tangisku takkan terpadamkan..
Aku sayang kamu...selamanya...
Tuhan,Diakah Cinta Terakhirku!!?
Tuhan...
Lihatlah hambamu ini..
Kutlah lelah mencari rahmat tinggimu..
Rahmat cinta yang kaucipta untukku..
Bertabur di antara berjuta di dunia..
Kutakut lagi, merasakan kepahitan..
Karena banyak perjalanan itu menenggelamkanku..
Membawaku jatuh ke dalam jurang nan terjal...
Tuhan, sekarang aku temukan seorang kekasih..
Yang baik dan pengertian..
Yang mencintaiku dan tulus adanya...
Begitu cantik dan menawan hatiku...
Dan dengan jelas percayakan aku menjaga cintanya...
Diakah..diakah cinta terakhirku,Tuhan??
Kumohon Tuhan, dia saja...dia saja yang terakhir...
Karena kusungguh mencintai dia karena berjuta alasan..
Dan kebaikannya melebihi dari masa laluku..
Dialah yang paling tulus dan paling sayang padaku..
Tak ada lagi, yang cintanya sebaik dia...
Tuhan...tolong dengarkan seruanku.....
Cintaku ini tak ingin sekedar kata-kata saja..
Yang hanya mampu terucap namun tak berdaya berlaku...
Kuhanya ingin merasakan makna hidup sejati..
Di dalam indahnya cinta, darinya yang kukasihi...
Cintanya yang suci..dan tak kubiarkan bernoda...
Meski apapun jua yang menghadang...
Kabulkanlah doaku ini Tuhan...
Lihatlah hambamu ini..
Kutlah lelah mencari rahmat tinggimu..
Rahmat cinta yang kaucipta untukku..
Bertabur di antara berjuta di dunia..
Kutakut lagi, merasakan kepahitan..
Karena banyak perjalanan itu menenggelamkanku..
Membawaku jatuh ke dalam jurang nan terjal...
Tuhan, sekarang aku temukan seorang kekasih..
Yang baik dan pengertian..
Yang mencintaiku dan tulus adanya...
Begitu cantik dan menawan hatiku...
Dan dengan jelas percayakan aku menjaga cintanya...
Diakah..diakah cinta terakhirku,Tuhan??
Kumohon Tuhan, dia saja...dia saja yang terakhir...
Karena kusungguh mencintai dia karena berjuta alasan..
Dan kebaikannya melebihi dari masa laluku..
Dialah yang paling tulus dan paling sayang padaku..
Tak ada lagi, yang cintanya sebaik dia...
Tuhan...tolong dengarkan seruanku.....
Cintaku ini tak ingin sekedar kata-kata saja..
Yang hanya mampu terucap namun tak berdaya berlaku...
Kuhanya ingin merasakan makna hidup sejati..
Di dalam indahnya cinta, darinya yang kukasihi...
Cintanya yang suci..dan tak kubiarkan bernoda...
Meski apapun jua yang menghadang...
Kabulkanlah doaku ini Tuhan...
Untukmu Sahabat…
Di saat kita nikmati kebersamaan
Banyak hal terlewatkan begitu saja
Keceriaan, gelak-tawa serta canda ria
Semuanya mengalir begitu saja
Waktu yang tersedia
Seolah tak mampu untuk menampungnya
Begitu cepat berlalu
Berlari seolah tak mau berhenti
Kenangan-kenangan itu tak terasa
Pergi meninggalkan semua kegembiraan
Keceriaan, gelak tawa serta canda ria
Satu persatu kenangan itu hilang sekejap mata
Ada sederet senyum saat terlintas memory yang dulu kala
Kenapa kegembiraan itu harus pergi?
Tidak searah dengan langkah kaki?
Kapan ini semua bisa terulang kembali?
Akankah kita tidak akan pernah bertemu lagi?
Sahabat…
Semua yang pernah kita jalani
Hari demi hari, waktu demi waktu
Tatkala kita lalui semuanya bersama
Banyak hal yang pernah terjadi
Karena itulah liturgi hidup yang kita miliki
Kadang benci, kesal dan kecewa
Juga senang, hormat dan sayang
Sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama
Inikah pemberian tak ternilai dari Sang Kuasa?
Yang sering kali tak pernah kita syukuri adanya
Ya Allah…
Lindungilah mereka yang kucinta...
Banyak hal terlewatkan begitu saja
Keceriaan, gelak-tawa serta canda ria
Semuanya mengalir begitu saja
Waktu yang tersedia
Seolah tak mampu untuk menampungnya
Begitu cepat berlalu
Berlari seolah tak mau berhenti
Kenangan-kenangan itu tak terasa
Pergi meninggalkan semua kegembiraan
Keceriaan, gelak tawa serta canda ria
Satu persatu kenangan itu hilang sekejap mata
Ada sederet senyum saat terlintas memory yang dulu kala
Kenapa kegembiraan itu harus pergi?
Tidak searah dengan langkah kaki?
Kapan ini semua bisa terulang kembali?
Akankah kita tidak akan pernah bertemu lagi?
Sahabat…
Semua yang pernah kita jalani
Hari demi hari, waktu demi waktu
Tatkala kita lalui semuanya bersama
Banyak hal yang pernah terjadi
Karena itulah liturgi hidup yang kita miliki
Kadang benci, kesal dan kecewa
Juga senang, hormat dan sayang
Sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama
Inikah pemberian tak ternilai dari Sang Kuasa?
Yang sering kali tak pernah kita syukuri adanya
Ya Allah…
Lindungilah mereka yang kucinta...
Cinta yang Bodoh
Jangan tangisi aku
Jangan kau rindu raga ini
Simpan air mata itu untuknya
Dirinya yang mencintaimu
Aku tak pantas ada di hidupmu
Aku yang bodoh t’lah mengharapmu
Lancang ku tuk memilikimu
Tak harap tuk melupakanmu
Aku mencintaimu
Bodoh
Tolol
Tak beradab
Ku tahu kau miliknya
Dan t’lah lama dipeluknya
Ku tak ingin kau dan nya berpisah
Menjauh dan melukai hatinya
Cintai cintanya
Jangan pandang cintaku
Cinta yang tak boleh
Cinta yang terlarang
Maaf bila ku jadi biasa
Jangan salahkan bila ku diam
Tapi ingatlah aku
Sebagai teman yang selalu mengingatkanmu
Sebagai sahabat yang berbagi tawa
Jangan kau rindu raga ini
Simpan air mata itu untuknya
Dirinya yang mencintaimu
Aku tak pantas ada di hidupmu
Aku yang bodoh t’lah mengharapmu
Lancang ku tuk memilikimu
Tak harap tuk melupakanmu
Aku mencintaimu
Bodoh
Tolol
Tak beradab
Ku tahu kau miliknya
Dan t’lah lama dipeluknya
Ku tak ingin kau dan nya berpisah
Menjauh dan melukai hatinya
Cintai cintanya
Jangan pandang cintaku
Cinta yang tak boleh
Cinta yang terlarang
Maaf bila ku jadi biasa
Jangan salahkan bila ku diam
Tapi ingatlah aku
Sebagai teman yang selalu mengingatkanmu
Sebagai sahabat yang berbagi tawa
Aku Ini Cewek
Siapa saja pasti akan berpendapat sama saat pertama kali bertemu dengan Andrea,” Wuih, ganteng banget!”, Itulah kira-kira yang akan terucap di mulut pertama kali. Padahala sebenarnya Andrea itu murni cewek. Hanya saja dengan gayanya yang seperti itu , dia tampak seperti cowok yang cool. Dengan potongan rambut kayak laki-laki dan cara jalan yang sama sekali tidak bisa dibilang anggun, tambah lagi dengan ukuran dada kurang dari 35 atau mungkin bisa disebut ‘ss’(sangat small), tambah mendukung penampilan salah kaprahnya. Namun semua itu tak jadi maslah untuk seorang Andrea yang cuek bebek.Baginya hidup itu dibuat mudah saja, ‘nikmatilah hidup selagi bisa’, itulah semboyan keramatnya.
Hari ini rasanya matahari hanya berjarak sejengkal dari kepala. Di SMU 4 tampak seklai beberap tukang es melayani pelanggan yang semuanya murid SMU tersebut. Di antara pelanggan yang berjubel itu, tampaklah Andrea yang berteriak-teriak sambil mengacungkan gelas kosong di depan tukang es cendol.” Pak cepetan dong, cendolnya ntar berubah jadi kodok loh!” Hampir saja gelas yang dipegangnya jatuh.” Yee itu mah cebong, bukan cendol atuh!” Timpal Keke yang asli sunda. “Udah gak usah banyak protes lu, awas nanti klo digangguin geng Kodok nggak gue belain ,tau rasa loe!” Ancam Andrea dengan muka yang mulai merah kepanasan plus keringetan.
Beberapa menit kemudian, Andrea dan Keke tampak sibuk menyeruput es cendolnya sambil duduk di bawah pohon mangga. “ Ndre, nanti sore elo ikut kompetisi basket pa nggak?” Tanya Keke. “ Woo pasti dong, kalo gak ada gue dijamin gak bakal menang tim kita”, Jawab Andrea sambil mengangkat dua alisnya yang tebel.Tiba-tiba dari balik pohon mangga itu muncul Denis,” Bener banget, liat tampang elo aja lawan udah nyerah tanpa syarat, gimana klo udah main? Kaku kali”, mendengar kelakar Denis, Keke tertawa sampai Andre melotot baru dia bisa diem walaupun mukanya jadi keriting nahan tawa.Lalu Andre menoleh kea rah Denis,” Eh, elo klo gak ngejek gue lima menit aja gatel ya?”. Denis malah terpingkal-pingkjal mendengar omongan Andre.Sambil tertawa dia menjawab,” hihihi.. elo itu ya…hi..hmmph wajah elo menarik buat jadi bahan percobaan…hahaha”, Kali ini Denis tertawa lepas. Lalu karena Keke nggak tahan juga liat muka Andre yang makin merah, akhirnya ikut tertawa. Andrea yang merasa bego segera meninggalkan mereka sambil membawa gelas cendol yang sudah kosong melompong.,
Saat berjalan kea rah tukang es, tanpa sengaja seorang cowok menabrak Andrea sampai gelasnya jatuh dan pecah.” Sorry, sorry”, Ucap cowok itu tergesa-gesa. Di belakang sana, Andrea masih dapat mendengar, tawa sobatnya yang makin kenceng. “ Sial tu anak, awas lu”, Umpat Andrea dalam hati. Lalu segera dia berlutut memunguti pecahan gelas yang tercecer, dan saat memunguti dia tak sadar kalau jarinya tergores dan berdarah,” Aduh”, gerangnya sambil memegangi jari telunjuknya. Sementara si cowok yang melihat kejadian itu segera meraih jari telunjuk Andrea dan memsukkannya ke mulutnya. Andrea yang ngerasa diperlakukan special, hanya diem dan bengong menatap cowok itu. Tidak hanya Andrea, bahkna Keke dan Denis juga seluruh siswa yang lagi nongkrong di sekitar situ takjub ngeliat adegan Romeo and Juliat versi modern itu.
“ Nih sudah nggak berdarah lagi, untung aj cepet gue emut”, Andrea gelagapan dan menjawab dengan tergesa-gesa,” eh..euh…thanks….hehe”, sambil nyengir ala kuda ketangkep pawangnya. “ oh iya kenalin nama gue Rama”, katanya sambil menyodorkan tangannya. Andrea membalas dan segera menyebutkan namanya pula,” Andrea”, setelah itu Rama menuju ke tukang es cendol dan mengganti gelas yang dipecahkannya. Setelah membayar ganti rugi, dilihatnya Andrea tengah berlari mengejar dua temannya. “ Yaahh hampir aja berhasil”, keluhnya kecewa.
Sejak peritiwa itu, beredarlah gossip miring tentang Andrea dan Rama. Dan karena itu, beberapa kali Andrea dilabrak senior kelas 2 gara-gara tingkahnya tempo hari. Dan asal tahu saja, Rama itu dewa cintanya senior kelas 2. Rama lecet sedikit saja, pasti FCR( Fans Club Rama) bakal hunting siapa saja yang bikin Rama kayak gitu. Dan kali ini, Andrea-lah yang jadi targetnya. Saat Andrea di kantin, lagi makan bakso dengan Keke, Gladish, ketua FCR, bersama gengnya mendatangi meja Andrea dan menggebraknya dengan keras sampai garpu dan sendok Keke bergetar karenanya.
“ He, ngapain lu kemarin sama Rama ha!” Bentak Gladish garang.
“ Emang Rama kenapa?” Jawab Andrea tenang dan makin membuat Gladish n the gang tambah mencak-mencak.
Lalu Andrea bangkit dari bangkunya ,” Rama ngemut jari gue , emang karena jari gue imut, gak kayak lo-lo pada yang jarinya jempol semua”, dan dengan menggandeng Keke, Andrea berlalu sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Gladish hanya bisa melongo mendengar jawban Andrea, belum pernah dia dilawan sama adek kelas, apalagi masih bau kencur kayak Andrea.
Dua minggu ini rasanya seisi sekolah lagi gempar dibuat Andrea. Masalahnya Andrea yang gak ada potongan cewek sama sekali itu bisa-bisanya bikin Cowok sekeren Rama nempel kayak prangko. Bahkan Kekepun tak habis pikir dengan ulah sahabatnya yang antic banget itu. Suatu hari, saking keselnya Keke penasaran, Keke langsung angkat bicara pada Andrea,” An, elo kenapa sih ama si Rama, ada apa sih elo ama dia, kok lu diem aja kayak gini ama gue, kok gak cerita am ague sich!” Protes Keke . Yang digugat malah senyum-senyum aja kayak gak punya dosa. “ Hei An, kok malah senyum-senyum sih, gue serius nih, elo pacaran ama si Rama ya?” Selidik Keke. Andrea menggeleng cepat.” Klo nggak pacaran, trus apa dong, HTS gitu, ato elo sephianya si Rama, ato jangan-jangan elo diapa-apain Rama, trus dia ngerasa bertanggung jawab gitu?” . Andrea melotot sebentar lalu kembali tenang setenang air got. “ Tunggu aja tanggal mainnya ya cayank!”Jawab Andrea sambil menepuk pipi sobatnya itu dan pergi dengan……….. siapa lagi klo bukan si Rama yang lagi standby di depan pintu kelas nunggu Andrea.
Hari ini rasanya matahari hanya berjarak sejengkal dari kepala. Di SMU 4 tampak seklai beberap tukang es melayani pelanggan yang semuanya murid SMU tersebut. Di antara pelanggan yang berjubel itu, tampaklah Andrea yang berteriak-teriak sambil mengacungkan gelas kosong di depan tukang es cendol.” Pak cepetan dong, cendolnya ntar berubah jadi kodok loh!” Hampir saja gelas yang dipegangnya jatuh.” Yee itu mah cebong, bukan cendol atuh!” Timpal Keke yang asli sunda. “Udah gak usah banyak protes lu, awas nanti klo digangguin geng Kodok nggak gue belain ,tau rasa loe!” Ancam Andrea dengan muka yang mulai merah kepanasan plus keringetan.
Beberapa menit kemudian, Andrea dan Keke tampak sibuk menyeruput es cendolnya sambil duduk di bawah pohon mangga. “ Ndre, nanti sore elo ikut kompetisi basket pa nggak?” Tanya Keke. “ Woo pasti dong, kalo gak ada gue dijamin gak bakal menang tim kita”, Jawab Andrea sambil mengangkat dua alisnya yang tebel.Tiba-tiba dari balik pohon mangga itu muncul Denis,” Bener banget, liat tampang elo aja lawan udah nyerah tanpa syarat, gimana klo udah main? Kaku kali”, mendengar kelakar Denis, Keke tertawa sampai Andre melotot baru dia bisa diem walaupun mukanya jadi keriting nahan tawa.Lalu Andre menoleh kea rah Denis,” Eh, elo klo gak ngejek gue lima menit aja gatel ya?”. Denis malah terpingkal-pingkjal mendengar omongan Andre.Sambil tertawa dia menjawab,” hihihi.. elo itu ya…hi..hmmph wajah elo menarik buat jadi bahan percobaan…hahaha”, Kali ini Denis tertawa lepas. Lalu karena Keke nggak tahan juga liat muka Andre yang makin merah, akhirnya ikut tertawa. Andrea yang merasa bego segera meninggalkan mereka sambil membawa gelas cendol yang sudah kosong melompong.,
Saat berjalan kea rah tukang es, tanpa sengaja seorang cowok menabrak Andrea sampai gelasnya jatuh dan pecah.” Sorry, sorry”, Ucap cowok itu tergesa-gesa. Di belakang sana, Andrea masih dapat mendengar, tawa sobatnya yang makin kenceng. “ Sial tu anak, awas lu”, Umpat Andrea dalam hati. Lalu segera dia berlutut memunguti pecahan gelas yang tercecer, dan saat memunguti dia tak sadar kalau jarinya tergores dan berdarah,” Aduh”, gerangnya sambil memegangi jari telunjuknya. Sementara si cowok yang melihat kejadian itu segera meraih jari telunjuk Andrea dan memsukkannya ke mulutnya. Andrea yang ngerasa diperlakukan special, hanya diem dan bengong menatap cowok itu. Tidak hanya Andrea, bahkna Keke dan Denis juga seluruh siswa yang lagi nongkrong di sekitar situ takjub ngeliat adegan Romeo and Juliat versi modern itu.
“ Nih sudah nggak berdarah lagi, untung aj cepet gue emut”, Andrea gelagapan dan menjawab dengan tergesa-gesa,” eh..euh…thanks….hehe”, sambil nyengir ala kuda ketangkep pawangnya. “ oh iya kenalin nama gue Rama”, katanya sambil menyodorkan tangannya. Andrea membalas dan segera menyebutkan namanya pula,” Andrea”, setelah itu Rama menuju ke tukang es cendol dan mengganti gelas yang dipecahkannya. Setelah membayar ganti rugi, dilihatnya Andrea tengah berlari mengejar dua temannya. “ Yaahh hampir aja berhasil”, keluhnya kecewa.
Sejak peritiwa itu, beredarlah gossip miring tentang Andrea dan Rama. Dan karena itu, beberapa kali Andrea dilabrak senior kelas 2 gara-gara tingkahnya tempo hari. Dan asal tahu saja, Rama itu dewa cintanya senior kelas 2. Rama lecet sedikit saja, pasti FCR( Fans Club Rama) bakal hunting siapa saja yang bikin Rama kayak gitu. Dan kali ini, Andrea-lah yang jadi targetnya. Saat Andrea di kantin, lagi makan bakso dengan Keke, Gladish, ketua FCR, bersama gengnya mendatangi meja Andrea dan menggebraknya dengan keras sampai garpu dan sendok Keke bergetar karenanya.
“ He, ngapain lu kemarin sama Rama ha!” Bentak Gladish garang.
“ Emang Rama kenapa?” Jawab Andrea tenang dan makin membuat Gladish n the gang tambah mencak-mencak.
Lalu Andrea bangkit dari bangkunya ,” Rama ngemut jari gue , emang karena jari gue imut, gak kayak lo-lo pada yang jarinya jempol semua”, dan dengan menggandeng Keke, Andrea berlalu sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Gladish hanya bisa melongo mendengar jawban Andrea, belum pernah dia dilawan sama adek kelas, apalagi masih bau kencur kayak Andrea.
Dua minggu ini rasanya seisi sekolah lagi gempar dibuat Andrea. Masalahnya Andrea yang gak ada potongan cewek sama sekali itu bisa-bisanya bikin Cowok sekeren Rama nempel kayak prangko. Bahkan Kekepun tak habis pikir dengan ulah sahabatnya yang antic banget itu. Suatu hari, saking keselnya Keke penasaran, Keke langsung angkat bicara pada Andrea,” An, elo kenapa sih ama si Rama, ada apa sih elo ama dia, kok lu diem aja kayak gini ama gue, kok gak cerita am ague sich!” Protes Keke . Yang digugat malah senyum-senyum aja kayak gak punya dosa. “ Hei An, kok malah senyum-senyum sih, gue serius nih, elo pacaran ama si Rama ya?” Selidik Keke. Andrea menggeleng cepat.” Klo nggak pacaran, trus apa dong, HTS gitu, ato elo sephianya si Rama, ato jangan-jangan elo diapa-apain Rama, trus dia ngerasa bertanggung jawab gitu?” . Andrea melotot sebentar lalu kembali tenang setenang air got. “ Tunggu aja tanggal mainnya ya cayank!”Jawab Andrea sambil menepuk pipi sobatnya itu dan pergi dengan……….. siapa lagi klo bukan si Rama yang lagi standby di depan pintu kelas nunggu Andrea.
“Bagai bintang dan segala kebebasan di angkasa”
Bagai bintang dan segala kebebasan di angkasa
Bagai cerita tentang rasa surga
Kita bersama
Aneka warna hiasi alur algoritma kehidupan
Terik dan sejuk adalah biasa
Kalianlah sahabat-sahabatku, penyejuk bagi jiwa
Senantiasa mendengar saat kumengeluh, padahal kalianpun sedang berada dalam peluh
Senantiasa membelai saat kukecewa, padahal kalianpun tengah ada dalam gelisah
Kalianlah sahabat-sahabatku, hadiah indah dari surga
Penuntun saat terbuta
Payung saat hujan dan terik
Penerang saat berjalan dalam lorong gelap
Penunjuk saat tersesat
Penegur saat terlena
Pendengar setia saat bercerita tentang segala
Pengangkat saat terpuruk
Ku…
Kalianlah sahabat-sahabatku, keajaiban yang sempurna
Menjadi mata air
Menjadi buku diary
Menjadi motivator
Menjadi boneka
Menjadi guru
Menjadi saudara
Menjadi mata-mata
Ku…
Kalianlah sahabat-sahabatku, keindahan dalam hidup
Warna-warna agung sang pelukis yang dicoretkan dalam lembar hidupku
Komposisi lagu gubahan sang penyanyi yang mengisi semua relung di ragaku
Untaian kata terangkai sang penyair yang menyejukkan rasa panas hatiku
Pernah kita sama-sama tak sejalan
Dan untuk sesaat aku menjadi begitu membencimu
Lalu dengan segera, segala menjadi lebih sempurna
Dan kita tetap bersama
Entah apa jadinya hidupku tanda canda tawa kalian
Takkan ada nada lagu bagi ragaku
Entah apa jadinya hidupku tanpa celotek riang kalian
Takkan ada penyejuk untuk jiwaku
Sahabat, kuyakini inilah takdir
Tuhan yang telah mempertemukan dan mengenalkan aku pada kalian
Menghujamkan di hati-hati kita rasa saling sayang
Dalam banyak waktu yang telah kulewati bersama kalian
Dalam banyak kisah yang telah kualami bersama kalian
Dalam banyak khayalan yang tercipta bersama kalian
Dan mimpi-mimpi yang terinspirasi dari kalian
Sungguh kutelah mendapat banyak hal
Ah, sahabat-sahabatku…
Tak selamanya hidup ini indah, kita tahu itu
Terkadang ada yang datang, dan ada yang pergi
Terkadang hidup begitu membahagiakan, terkadang juga begitu menyakitkan
Terkadang aku menjauh dari kalian
Terkadang kalian menjauh dariku
Tapi itulah hidup, kawan…
Dan begitulah kehidupan
Dunia kadang sangat bersahabat
Tak jarang pula kehidupan menjadi begitu pelik
Begitu pula dengan persahabatan
Persahabatan kita…
Aku telah mencoba untuk selalu tampil sempurna
Menjadi sahabat sesungguhnya bagi kalian
Namun harus ku akui, tak jarang kutemui kegagalan
Hingga aku menjadi begitu menakutkan
Aku telah mencoba untuk selalu tersenyum, membahagiakan kalian
Namun aku menyadari kesalahan
Tak jarang aku menjadi begitu angkuh dan egois
Menyakitkan hati kalian
Sesosok manusia dalam wujud aku
Yang tengah mencari lokasi kedewasaan
Terkadang begitu terpuruk dan menyudutkan kalian
Kekurangdewasaanku, dan segala keterbatasan di diriku
Kebodohanku, dan segala kekhilafanku
Seringkali menjadi jalan buntu persahabatan
Namun, lagi-lagi anugerah Tuhan begitu indah
Kalian kembali tampil sebagai jembatan kebahagiaan
Penuntun ke arah kedewasaan
Menyadarkanku dari segala khilaf
Dan kembali membuatku tersenyum menatap diri sendiri
Ah, kalianlah sahabat-sahabatku, jembatan cinta hidup ini
Dan kini, saat ini, satu bagian dari episode hidup telah ku lalui
Kulalui bersama kalian
Satu jalan baru terbentang di depan
Jalan yang semakin penuh dengan halang rintang dengan satu titik terang
Mungkin kita akan bercerai-berai
Entah bagaimana kelak hidupku tanpa kalian
Namun, aku ingin pastikan, jika kalianlah sahabat-sahabat terbaik yang pernah ku miliki
Entah bagaimana ku harus berucap terimakasih
Membalas segala yang telah kita lalui bersama
Membalas segala keindahan hidup
Yang kuraih hari ini adalah berasal dari cinta kalian
Yang kupeluk hari ini adalah berasal dari semangat kalian
Yang kurengkuh hari ini adalah berasal dari senyum hangat kalian
Dan semangatku hari ini adalah berasal dari tawa membahagiakan dari kalian
Sahabat-sahabatku,
Mungkin mentari kita berbeda
Jalan tertujupun tak sama
Arti keindahan pada diri-diri kita pun tidak serupa
Dan untuk saat nanti yang tak pernah kita pikirkan
Mari jalani saja apa yang ada
Tak usah pedulikan segala
Mari jadikan kisah kita kenangan terindah di saat tua
Dan untuk masa depan yang tak pernah mampu kita ramalkan
Dengan segala pertanyaan tentang masa-masa yang telah kita lalui
Lihat saja segalanya dengan hati, dan pastikan segalanya akan menjadi indah
Jika tak ada kenangan indah yang mampu kuberikan untuk masa depan
Ambillah sebait puisi ini, selipkan dalam hatimu, sirami dengan nyanyian Tuhan
Sempatkanlah untuk memimpikan aku saat kau tidur
Selayaknya aku yang selalu memohon untuk dapat melihatmu dalam mimpi
Dan jawablah segala pertanyaan tentang masa depan dengan doa
Kirimkan doa dan akan ku dengarkan dengan hati
Terimakasih sahabatku,
Terimakasih atas segalabatku
Bagai cerita tentang rasa surga
Kita bersama
Aneka warna hiasi alur algoritma kehidupan
Terik dan sejuk adalah biasa
Kalianlah sahabat-sahabatku, penyejuk bagi jiwa
Senantiasa mendengar saat kumengeluh, padahal kalianpun sedang berada dalam peluh
Senantiasa membelai saat kukecewa, padahal kalianpun tengah ada dalam gelisah
Kalianlah sahabat-sahabatku, hadiah indah dari surga
Penuntun saat terbuta
Payung saat hujan dan terik
Penerang saat berjalan dalam lorong gelap
Penunjuk saat tersesat
Penegur saat terlena
Pendengar setia saat bercerita tentang segala
Pengangkat saat terpuruk
Ku…
Kalianlah sahabat-sahabatku, keajaiban yang sempurna
Menjadi mata air
Menjadi buku diary
Menjadi motivator
Menjadi boneka
Menjadi guru
Menjadi saudara
Menjadi mata-mata
Ku…
Kalianlah sahabat-sahabatku, keindahan dalam hidup
Warna-warna agung sang pelukis yang dicoretkan dalam lembar hidupku
Komposisi lagu gubahan sang penyanyi yang mengisi semua relung di ragaku
Untaian kata terangkai sang penyair yang menyejukkan rasa panas hatiku
Pernah kita sama-sama tak sejalan
Dan untuk sesaat aku menjadi begitu membencimu
Lalu dengan segera, segala menjadi lebih sempurna
Dan kita tetap bersama
Entah apa jadinya hidupku tanda canda tawa kalian
Takkan ada nada lagu bagi ragaku
Entah apa jadinya hidupku tanpa celotek riang kalian
Takkan ada penyejuk untuk jiwaku
Sahabat, kuyakini inilah takdir
Tuhan yang telah mempertemukan dan mengenalkan aku pada kalian
Menghujamkan di hati-hati kita rasa saling sayang
Dalam banyak waktu yang telah kulewati bersama kalian
Dalam banyak kisah yang telah kualami bersama kalian
Dalam banyak khayalan yang tercipta bersama kalian
Dan mimpi-mimpi yang terinspirasi dari kalian
Sungguh kutelah mendapat banyak hal
Ah, sahabat-sahabatku…
Tak selamanya hidup ini indah, kita tahu itu
Terkadang ada yang datang, dan ada yang pergi
Terkadang hidup begitu membahagiakan, terkadang juga begitu menyakitkan
Terkadang aku menjauh dari kalian
Terkadang kalian menjauh dariku
Tapi itulah hidup, kawan…
Dan begitulah kehidupan
Dunia kadang sangat bersahabat
Tak jarang pula kehidupan menjadi begitu pelik
Begitu pula dengan persahabatan
Persahabatan kita…
Aku telah mencoba untuk selalu tampil sempurna
Menjadi sahabat sesungguhnya bagi kalian
Namun harus ku akui, tak jarang kutemui kegagalan
Hingga aku menjadi begitu menakutkan
Aku telah mencoba untuk selalu tersenyum, membahagiakan kalian
Namun aku menyadari kesalahan
Tak jarang aku menjadi begitu angkuh dan egois
Menyakitkan hati kalian
Sesosok manusia dalam wujud aku
Yang tengah mencari lokasi kedewasaan
Terkadang begitu terpuruk dan menyudutkan kalian
Kekurangdewasaanku, dan segala keterbatasan di diriku
Kebodohanku, dan segala kekhilafanku
Seringkali menjadi jalan buntu persahabatan
Namun, lagi-lagi anugerah Tuhan begitu indah
Kalian kembali tampil sebagai jembatan kebahagiaan
Penuntun ke arah kedewasaan
Menyadarkanku dari segala khilaf
Dan kembali membuatku tersenyum menatap diri sendiri
Ah, kalianlah sahabat-sahabatku, jembatan cinta hidup ini
Dan kini, saat ini, satu bagian dari episode hidup telah ku lalui
Kulalui bersama kalian
Satu jalan baru terbentang di depan
Jalan yang semakin penuh dengan halang rintang dengan satu titik terang
Mungkin kita akan bercerai-berai
Entah bagaimana kelak hidupku tanpa kalian
Namun, aku ingin pastikan, jika kalianlah sahabat-sahabat terbaik yang pernah ku miliki
Entah bagaimana ku harus berucap terimakasih
Membalas segala yang telah kita lalui bersama
Membalas segala keindahan hidup
Yang kuraih hari ini adalah berasal dari cinta kalian
Yang kupeluk hari ini adalah berasal dari semangat kalian
Yang kurengkuh hari ini adalah berasal dari senyum hangat kalian
Dan semangatku hari ini adalah berasal dari tawa membahagiakan dari kalian
Sahabat-sahabatku,
Mungkin mentari kita berbeda
Jalan tertujupun tak sama
Arti keindahan pada diri-diri kita pun tidak serupa
Dan untuk saat nanti yang tak pernah kita pikirkan
Mari jalani saja apa yang ada
Tak usah pedulikan segala
Mari jadikan kisah kita kenangan terindah di saat tua
Dan untuk masa depan yang tak pernah mampu kita ramalkan
Dengan segala pertanyaan tentang masa-masa yang telah kita lalui
Lihat saja segalanya dengan hati, dan pastikan segalanya akan menjadi indah
Jika tak ada kenangan indah yang mampu kuberikan untuk masa depan
Ambillah sebait puisi ini, selipkan dalam hatimu, sirami dengan nyanyian Tuhan
Sempatkanlah untuk memimpikan aku saat kau tidur
Selayaknya aku yang selalu memohon untuk dapat melihatmu dalam mimpi
Dan jawablah segala pertanyaan tentang masa depan dengan doa
Kirimkan doa dan akan ku dengarkan dengan hati
Terimakasih sahabatku,
Terimakasih atas segalabatku
Langganan:
Postingan (Atom)
