Rabu, 11 Maret 2009

Aku Ini Cewek

Siapa saja pasti akan berpendapat sama saat pertama kali bertemu dengan Andrea,” Wuih, ganteng banget!”, Itulah kira-kira yang akan terucap di mulut pertama kali. Padahala sebenarnya Andrea itu murni cewek. Hanya saja dengan gayanya yang seperti itu , dia tampak seperti cowok yang cool. Dengan potongan rambut kayak laki-laki dan cara jalan yang sama sekali tidak bisa dibilang anggun, tambah lagi dengan ukuran dada kurang dari 35 atau mungkin bisa disebut ‘ss’(sangat small), tambah mendukung penampilan salah kaprahnya. Namun semua itu tak jadi maslah untuk seorang Andrea yang cuek bebek.Baginya hidup itu dibuat mudah saja, ‘nikmatilah hidup selagi bisa’, itulah semboyan keramatnya.
Hari ini rasanya matahari hanya berjarak sejengkal dari kepala. Di SMU 4 tampak seklai beberap tukang es melayani pelanggan yang semuanya murid SMU tersebut. Di antara pelanggan yang berjubel itu, tampaklah Andrea yang berteriak-teriak sambil mengacungkan gelas kosong di depan tukang es cendol.” Pak cepetan dong, cendolnya ntar berubah jadi kodok loh!” Hampir saja gelas yang dipegangnya jatuh.” Yee itu mah cebong, bukan cendol atuh!” Timpal Keke yang asli sunda. “Udah gak usah banyak protes lu, awas nanti klo digangguin geng Kodok nggak gue belain ,tau rasa loe!” Ancam Andrea dengan muka yang mulai merah kepanasan plus keringetan.
Beberapa menit kemudian, Andrea dan Keke tampak sibuk menyeruput es cendolnya sambil duduk di bawah pohon mangga. “ Ndre, nanti sore elo ikut kompetisi basket pa nggak?” Tanya Keke. “ Woo pasti dong, kalo gak ada gue dijamin gak bakal menang tim kita”, Jawab Andrea sambil mengangkat dua alisnya yang tebel.Tiba-tiba dari balik pohon mangga itu muncul Denis,” Bener banget, liat tampang elo aja lawan udah nyerah tanpa syarat, gimana klo udah main? Kaku kali”, mendengar kelakar Denis, Keke tertawa sampai Andre melotot baru dia bisa diem walaupun mukanya jadi keriting nahan tawa.Lalu Andre menoleh kea rah Denis,” Eh, elo klo gak ngejek gue lima menit aja gatel ya?”. Denis malah terpingkal-pingkjal mendengar omongan Andre.Sambil tertawa dia menjawab,” hihihi.. elo itu ya…hi..hmmph wajah elo menarik buat jadi bahan percobaan…hahaha”, Kali ini Denis tertawa lepas. Lalu karena Keke nggak tahan juga liat muka Andre yang makin merah, akhirnya ikut tertawa. Andrea yang merasa bego segera meninggalkan mereka sambil membawa gelas cendol yang sudah kosong melompong.,
Saat berjalan kea rah tukang es, tanpa sengaja seorang cowok menabrak Andrea sampai gelasnya jatuh dan pecah.” Sorry, sorry”, Ucap cowok itu tergesa-gesa. Di belakang sana, Andrea masih dapat mendengar, tawa sobatnya yang makin kenceng. “ Sial tu anak, awas lu”, Umpat Andrea dalam hati. Lalu segera dia berlutut memunguti pecahan gelas yang tercecer, dan saat memunguti dia tak sadar kalau jarinya tergores dan berdarah,” Aduh”, gerangnya sambil memegangi jari telunjuknya. Sementara si cowok yang melihat kejadian itu segera meraih jari telunjuk Andrea dan memsukkannya ke mulutnya. Andrea yang ngerasa diperlakukan special, hanya diem dan bengong menatap cowok itu. Tidak hanya Andrea, bahkna Keke dan Denis juga seluruh siswa yang lagi nongkrong di sekitar situ takjub ngeliat adegan Romeo and Juliat versi modern itu.
“ Nih sudah nggak berdarah lagi, untung aj cepet gue emut”, Andrea gelagapan dan menjawab dengan tergesa-gesa,” eh..euh…thanks….hehe”, sambil nyengir ala kuda ketangkep pawangnya. “ oh iya kenalin nama gue Rama”, katanya sambil menyodorkan tangannya. Andrea membalas dan segera menyebutkan namanya pula,” Andrea”, setelah itu Rama menuju ke tukang es cendol dan mengganti gelas yang dipecahkannya. Setelah membayar ganti rugi, dilihatnya Andrea tengah berlari mengejar dua temannya. “ Yaahh hampir aja berhasil”, keluhnya kecewa.
Sejak peritiwa itu, beredarlah gossip miring tentang Andrea dan Rama. Dan karena itu, beberapa kali Andrea dilabrak senior kelas 2 gara-gara tingkahnya tempo hari. Dan asal tahu saja, Rama itu dewa cintanya senior kelas 2. Rama lecet sedikit saja, pasti FCR( Fans Club Rama) bakal hunting siapa saja yang bikin Rama kayak gitu. Dan kali ini, Andrea-lah yang jadi targetnya. Saat Andrea di kantin, lagi makan bakso dengan Keke, Gladish, ketua FCR, bersama gengnya mendatangi meja Andrea dan menggebraknya dengan keras sampai garpu dan sendok Keke bergetar karenanya.
“ He, ngapain lu kemarin sama Rama ha!” Bentak Gladish garang.
“ Emang Rama kenapa?” Jawab Andrea tenang dan makin membuat Gladish n the gang tambah mencak-mencak.
Lalu Andrea bangkit dari bangkunya ,” Rama ngemut jari gue , emang karena jari gue imut, gak kayak lo-lo pada yang jarinya jempol semua”, dan dengan menggandeng Keke, Andrea berlalu sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Gladish hanya bisa melongo mendengar jawban Andrea, belum pernah dia dilawan sama adek kelas, apalagi masih bau kencur kayak Andrea.
Dua minggu ini rasanya seisi sekolah lagi gempar dibuat Andrea. Masalahnya Andrea yang gak ada potongan cewek sama sekali itu bisa-bisanya bikin Cowok sekeren Rama nempel kayak prangko. Bahkan Kekepun tak habis pikir dengan ulah sahabatnya yang antic banget itu. Suatu hari, saking keselnya Keke penasaran, Keke langsung angkat bicara pada Andrea,” An, elo kenapa sih ama si Rama, ada apa sih elo ama dia, kok lu diem aja kayak gini ama gue, kok gak cerita am ague sich!” Protes Keke . Yang digugat malah senyum-senyum aja kayak gak punya dosa. “ Hei An, kok malah senyum-senyum sih, gue serius nih, elo pacaran ama si Rama ya?” Selidik Keke. Andrea menggeleng cepat.” Klo nggak pacaran, trus apa dong, HTS gitu, ato elo sephianya si Rama, ato jangan-jangan elo diapa-apain Rama, trus dia ngerasa bertanggung jawab gitu?” . Andrea melotot sebentar lalu kembali tenang setenang air got. “ Tunggu aja tanggal mainnya ya cayank!”Jawab Andrea sambil menepuk pipi sobatnya itu dan pergi dengan……….. siapa lagi klo bukan si Rama yang lagi standby di depan pintu kelas nunggu Andrea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar